|
Menurut Al-Qur’an (al-Hujurat 13), kita diperintahkan untuk bertaaruf (berkenalan) dengan semua manusia, baik dengan sesama jenis maupun dengan lawan jenis, baik sebangsa maupun dengan bangsa lain, dan sebagainya. Pembatasan taaruf untuk pranikah saja justru merupakan bid’ah. (Lihat “Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!!“.)
Atas dasar itu, marilah kita terima semua tawaran untuk bertaaruf. Hanya saja, perlu kita tegaskan sejak awal bahwa kita bersedia bertaaruf ini dalam rangka mengamalkan Al-Qur’an, terutama surah al-Hujurat ayat 13. Kita tegaskan pula bahwa menurut ayat ini, taaruf itu bermakna luas, bukan sebatas untuk pranikah. Seandainya taaruf ini berlanjut ke pernikahan, khususnya bagi yang berstatus single, ya syukur alhamdulillah. Tapi kalau lanjutannya sebatas persahabatan belaka, maka mestinya tiada pihak yang merasa dikecewakan.
Sungguhpun demikian, harap berhati-hati supaya tidak menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan ta'aruf. Untuk contoh kasus, lihat Awas! Penipuan berkedok Ta’aruf
Wassalam,
M Shodiq Mustika
Admin Ta'aruf Network
penulis buku bestseller Istikharah Cinta

|